<!– @page { size: 8.5in 11in; margin: 0.79in } P { margin-bottom: 0.08in } –>
Oleh: Nur Shollah
Berbicara tentang wanita, sama halnya sedang membincangkan seputar masalah politik yang penuh dengan intrik dan berbagai macam problematika. Sehingga menjadi penting untuk dicarikan jalan keluar (solution), bahkan ini sudah merupakan bagian dari sebuah polemik yang tak pernah ada habisnya. Mulai dari mengenali segi karakter individu wanita itu sendiri yang beragam kepribadiannya, kemudian dilihat dari kondisi kehidupan yang penuh dengan lika-liku.
Sudah menjadi tuntutan zaman yang kian memaksa, wanita sebagai kaum Hawa harus lebih aktif dalam turut serta menjalankan roda kehidupan. Kini, di Era Emansipatris, wanita merasa perlu untuk bersaing dalam menempati posisi yang sama kedudukannya dengan kaum Adam atau yang dikenal dengan istilah Gender.
Kehidupan didunia penuh dengan peranan, di antaranya adalah saling mengisi dan saling adanya ketepaduan, sebagai makhluk insani yang sempurna memiliki perasaan yang sama untuk mencinta dan dicinta. Dalam hal ini, kita akan membahas sedikit tentang peranan wanita dalam kehidupan pria, dengan kata lain adalah wanita sebagai “Sang Penghidupan”.
Wanita adalah bagian dari kehidupan pria, yang keberadannya itu sebagai sumber kekuatan daya rangsang (stimuli of power). Bagi pria, sesuatu yang terdapat dalam tubuh wanita ada sebuah kehangatan tersendiri. Ia dapat memberikan suatu rangsangan yang membuat pria menjadi lebih bergairah pada saat melakukan hubungan cinta. Dari segi keintiman itulah, wanita akan menebarkan aroma pesonanya hingga merasuk ke dalam jiwa pria dengan menumbuhkan daya semangat tinggi untuk berkreasi dan dapat bekerja secara professional.
Peran wanita dalam kehidupan pria telah banyak memberikan kontribusi yang sangat besar. Di antaranya; para pria mampu membangkitkan staminanya dari sifat-sifat malas; karena wanita, banyak pria yang menjadi orang sukses; dan berkat dorongan para wanita pula, pria mampu mengatasi segala problema yang tengah dihadapinya sehingga dapat keluar dari segala bentuk persoalan. Bukti-bukti inilah yang harus kita sadari, bahwa peran wanita itu sangat penting dalam mengisi kehidupan pria.
Tatkala seorang pria sedang dalam keadaan resah gelisah dan gundah gulana, kesedihan dan keterlukaan hati, maka pada saat-saat itulah kehadiran seorang wanita sangat diperlukan untuk mengobatinya. Posisinya sebagai pelipur lara dalam mengisi hari-hari yang penuh dengan kehampaan, serta melengkapi kekurangan-kekurangan yang ada. Tentunya ini sangat membantu dalam kehidupan pria, pada tingkatan yang sudah semestinya menjadi tanggung jawab wanita.
Tak ada kebahagiaan yang dapat melebihinya, ketika wanita memberikan sebuah bisikan kata hati. Seorang pria akan dapat merasakan betapa pentingnya kehadiran seorang wanita di sisinya. Betapa indah dunia ini, bila segala sesuatunya dilengkapi dengan saling berpasang-pasangan. Karena wanita pun tidak akan pernah merasakan kesempurnaan dalam hidupnya bila tak didampingi oleh orang yang mampu melindungi dirinya. Sebab sebahagiaan tubuh wanita adalah milik pria yang akan selalu menuntut agar miliknya itu dikembalikan oleh yang punya (pria), yaitu tulang rusuk sebelah kiri.
Terkadang kata-kata yang keluar dari bibir manisnya, dan yang selalu memberi godaan-godaan berupa canda ria, membuat hati pria yang beku kembali mencair, bagaikan salju yang terkena sengatan matahari. Debaran jantung yang berdetak dengan begitu kuat, banyak pria yang rela menguras tenaganya hingga mencucurkan keringat. Ucapan wanita memang sangat berpengaruh besar dalam memberikan motivasi, sehingga pria menjadi lebih bergairah dan tetap bersamangat dalam menjalankan aktivitasnya sehari-hari.
Saat-saat ketegangan datang menghampiri, baik itu ketegangan dalam bentuk psikologi atau ketegangan bathin, dengan mudahnya ketegangan-ketengangan tersebut dapat diatasinya dan segera normal kembali. Berkat wanita pula yang selalu hadir dalam memberikan kekuatan (power), sehingga ia mampu membangkitkan syaraf-syaraf yang tegang menjadi reda kembali. Bahkan ketika seorang pria dalam kondisi keputus-asa-an, wanita mampu memberikan sentuhan hangat berupa sukma yang membangkitkan jiwa menjadi tetap tegar.
Namun dikala sang wanita tak lagi memberi pancaran sinar kehidupan, maka dapat mengendurkan daya rangsang dan rasa percaya diri pria. Musnahlah segala harapan yang pernah dimiliki, dan keberadaan wanita tak lagi seperti yang diharapkan. Ini akan menjadi sangat berbahaya bagi kelangsungan hidup, sebab peran wanita adalah tetap sebagai penyempurna dan yang bikin hidup menjadi lebih hidup. Pria hanya menginginkan wanita yang mampu memberikan rasa gairah dan semangat hidup, bukan malah mematahkannya.
Kalau saja keberadaannya itu sudah begitu mengkhawatirkan, maka menjadi sebuah keharusan bagi wanita untuk melakukan instrosfeksi diri dan segera memperbaikinya dari kekurangan-kekurangan yang ada. Bukan malah sebaliknya, wanita ikut-ikutan banting setir dan berbelok arah dengan bersikap acuh tak acuh dan masa bodoh. Tindakan-tindakan seperti inilah yang harus dihilangkan dalam diri wanita, karena kalau tidak akan berdampak buruk dan hanya merugikan terhadap diri sendiri. Sekian
